HIKMAH MAKAN DALAM EKONOMI

By: Azhari Agusti, SE., MM

BISMILLAH...
Assalamu’alaykum wr wb...

Sesekali perlu juga kita fikirkan/renungkan, kenapa kita perlu makan dan minum agar dapat bertahan hidup di dunia ini... nanti di Surga kita juga perlu makan dan minum... bedanya, di dunia kita harus berusaha sendiri untuk memenuhi kebutuhan makan dan minum kita... sedangkan di Surga nanti tak perlu usaha lagi... kita bisa dapatkan apa yang ingin kita makan dan minum secara gratis, lebih nikmat, GPL (Ga Pake Lama) dan lebih-lebih dari segala apa yang ada di dunia ini yang tak dapat kita gambarkan sekarang (kicok se lah surang di Sarugo tu beko)... Apa hikmah yang terkandung dalam kebutuhan makan dan minum kita tersebut? Dimana kebutuhan akan makan dan minum ini, menurut teori “Abraham Maslow” yang dikenal dengan Teori Motivasi Maslow, mengatakan bahwa orang akan termotivasi untuk melakukan sesuatu jika kebutuhannya di tingkat pertama yaitu (makan, minum, papan, dan kebutuhan biologis) dapat terpenuhi... kita bisa buktikan bahwa kita tunggang tunggik bakarajo nan partamo tu iyo untuak makan dan minum... buktinya, setiap setelah menerima gaji bagi seorang pegawai atau apapun profesinya, maka mereka terlebih dahulu membelanjakan uangnya untuk kebutuhan makan minum selama sehari, seminggu ataupun sebulan. Setelah semua itu terpenuhi, baru mereka belanjakan uangnya untuk hal-hal lain yang mereka butuhkan selanjutnya...
Nah... berarti makan minum itu tidak boleh tidak, dan harus ada dan terpenuhi terlebih dahulu... dahulu diwaktu zaman batu atau zaman apalah namanya dalam sejarah, orang-orang memenuhi kebutuhan hidupnya itu secara sendiri-sendiri... dan kemudian melakukan pertukaran (barter) dengan orang lain dengan kesepakatan yang mereka setujui terhadap kebutuhan lain yang mereka inginkan... Begitu kata guru sejarah saya dulu waktu sekolah..

Sekarang... sudah ada uang yang menjadi sarana/alat tukar resmi/sah yang memiliki nilai nominal yang ditentukan oleh pemerintah... orang-orang cukup bekerja untuk mendapatkan uang saja dan kemudian membelanjakan uang tersebut untuk membeli apa-apa yang mereka butuhkan dan yang mereka inginkan...

Dengan adanya kebutuhan yang tidak bisa tidak yaitu makan dan minum, maka betapa banyaknya jumlah makanan dan minuman yang ada di dunia ini... semuanya harus dihasilkan/diproduksi secara berkelanjutan karena akan selalu ada orang yang membutuhkannya... dengan begitu akan berputarlah roda perekonomian dasar yang akan tetap ada selama dunia ini masih terkembang...
Juga hikmah lain yang terkandung dalam kebutuhan akan makan dan minum ini adalah terciptanya hubungan yang harus dibina antara seseorang dengan Tuhannya (Hablumminallah) dan seseorang dengan orang/lembaga lain (Hablumminannaas)... kenapa hubungan dengan Tuhan (Hablumminallah) juga harus dibina untuk mendapatkan  makan dan minum, disitulah kita mengharapkan dan berdo’a agar selalu diberi rezeki oleh Allah dalam bentuk uang atau dalam bentuk lain yang memiliki nilai ekonomis dan tak boleh lupa kita minta juga agar Allah melimpahkan keberkahannya dalam rezeki tersebut... maka akan terbentuklah ketergantungan kita kepada Allah... begitu juga dengan adanya pembinaan hubungan dengan orang/lembaga lain (Hablumminannaas)... kita harus berbaik-baik dengan orang/lembaga lain dengan cara membina hubungan tersebut agar tetap langgeng sehingga kebutuhan hidup kita yang paling dasar ini dapat terpenuhi... misalnya, kita akan bekerja dengan sebaik mungkin agar tetap di pakai oleh pemilik usaha sebagai karyawannya, karena dengan tetap bekerja maka akan tetap ada penghasilan rutin yang kita terima yang dapat kita gunakan untuk membeli kebutuhan hidup kita tersebut... atau dengan orang lain, misalnya dengan tetangga, kita juga harus berbaik-baik, karena nasib ini tidak tentu, mungkin ada saatnya kita butuh bantuan tetangga atau warga sekitar pada saat kita tak dapat memenuhi kebutuhan hidup kita sendiri, mungkin karena sakit menahun, atau cacat seumur hidup atau hal-hal lain yang menyebabkan kita tak dapat memenuhi kebutuhan kita sendiri... maka jika hubunngan tersebut sudah terbina dengan baik, maka orang-orang sekitar kita akan dengan rela membantu kita agar dapat terpenuhi kebutuhan dasar hidup kita...

Disisi lain, Allah SWT mewajibkan kepada orang-orang yang mampu agar membayarkan/mengeluarkan zakat (fitrah dan maal) sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan dalam agama kita (Islam)... gunanya adalah agar timbul rasa kepedulian kita terhadap orang-orang yang tidak memiliki kemampuan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya... Sehingga akan timbul rasa kasih dan sayang kita antara sesama kita... antara yang kaya dengan yang miskin/fakir... antara yang mampu dengan yang tidak mampu...

Begitulah kira-kira yang dapat saya sampaikan dari rangkaian kebutuhan hidup kita akan makan dan minum ini... Semoga bermanfaat... Wassalamu’alaykum wr wb...


Komentar

Postingan populer dari blog ini

TAFSIR SURAT AL-‘ASHR

HIDUP DI DUNIA ADALAH UJIAN

Ilmu Pemasaran Dalam Politik Indonesia (Marketing Science in Indonesian Politics)