PERUSAHAAN MONOPOLI KOK SERING MERUGI YAAA... WHAT'S HAPPEN...


By: Azhari Agusti, SE., MM

BISMILLAH...
Assalamu’alaykum wr wb...

Sebelumnya saya mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada pihak-pihak yang terkait yang ada dalam tulisan ini... karena agak nyeletuk dikit...Sebagai Renungan Aja Gitu... hehehe...

Di dalam kehidupan sehari-hari, Kita tentu sering menemui yang namanya pasar monopoli. Namun, ada juga diantara kita yang masih belum mengerti apa sebenarnya pasar monopoli itu sendiri. Pasar monopoli merupakan pasar yang hanya ada satu orang penjual produk dan produk yang ada tersebut tidak ada penggantinya (no substitutes).

Di dalam keilmuan ekonomi dikatakan bahwa ada yang namanya monopoli apabila semua hasil industri diproduksi dan juga dijual oleh satu perusahaan saja. Nah, perusahaan tersebut disebut dengan monopolis atau perusahaan monopoli.

Di NKRI yang tercinta ini dapat kita lihat secara kasat mata, perusahaan apa saja yang bersifat perusahaan monopoli tersebut... Bagi orang-orang yang bekerja di perusahaan ini merasa WAH dapat bekerja diperusahaan tersebut, sehingga status sosialnya menjadi lebih tinggi dibandingkan dengan pekerja pada perusahaan lainnya, padahal pekerjaan yang mereka lakukan tak jauh beda dengan apa yang dilakukan oleh orang lain yang bekerja pada perusahaan lainnya, bahkan mungkin saja orang lain tersebut lebih pintar dan lebih cerdas cara berfikirnya dibandingkan dengan mereka-mereka yang bekerja pada perusahaan monopoli tersebut... yaaah begitulah kenyataannya yang tak dapat dipungkiri oleh semua orang.

Contoh Produsen/Perusahaan Monopoli di NKRI yang tercinta ini yang sangat ekstrim berbentuk Pasar Monopoli Murni (Pure Monopoly) adalah PLN, PT. Kereta Api dan PAM.

Oke... kita lanjutkan...

Pengertian Pasar Monopoli...

Monopoli berasal dari bahasa Yunani, dimana mono artinya adalah satu, dan polist artinya adalah penjual. Pasar monopoli sendiri merupakan salah satu bentuk interaksi antara permintaan serta penawaran yang cirinya hanya ada satu produsen (produsen tunggal) yang menjual produknya kepada banyak sekali pembeli (konsumen)...

Ciri-cirinya:
1.      Hanya terdapat satu penjual (Penentu Harga/Price Maker)
2.      Banyak pembeli (Memiliki Power Yang Lemah Dalam Penentuan Harga)
3.      Produknya tidak memiliki produk pengganti (substitute product) yang dekat.

Pertanyaanya: Kenapa hanya ada satu Perusahaan/Penjual? Hal ini disebabkan karena oleh adanya faktor hambatan (barrier) untuk memasuki pasar oleh pesaing lainnya, bisa berupa faktor hambatan alami atau bisa juga karena faktor hambatan buatan. Faktor hambatan ini menyebabkan tidak adanya pesaing yang dapat masuk pasar, sehingga si Perusahaan Monopoli begitu berkuasa untuk menetapkan Harga Jual terhadap Produk yang Dihasilkannya. Apa saja faktor hambatan tersebut?:
1.      Produsen/Perusahaan tersebut memiliki hak paten untuk produk yang dihasilkannya, seperti merk dagang ataupun hak cipta.
2.      Produsen/Perusahaan mempunyai sumber daya yang sangat penting dan unik sehingga itu menjadi sebuah modal yang sangat dirahasiakan oleh perusahaan tertentu kepada perusahaan lainnya. Misalnya ilmu tentang teknik pembuatan produk tersebut.
3.      Adanya skala ekonomi yang memungkinkan sebuah pasar hanya dapat dilayani oleh satu saja perusahaan lantaran amat besar sehingga menjadi lebih efisien. Misal, perusahan di bidang listrik, transportasi, air atau juga komunikasi.
4.      Produsen/Perusahaan amat menguasai di dalam menetapkan suatu kebijakan pembatasan untuk harga. Kebijakan pembatasan harga tersebut mulai dari harga yang tinggi hingga yang amat rendah, dengan tujuan supaya perusahaan yang baru menjadi sulit dan gagal memasuki pasar.
5.      Karena dilindungi oleh Undang-undang (di NKRI ini, inilah faktor terbesarnya)

Kebaikan Pasar Monopoli...
1.      Effisiensi serta pertumbuhan ekonomi.
2.      Menghindari adanya produk tiruan dan juga persaingan yang tidak bermanfaat.
3.      Memunculkan skala ekonomi yang menurunkan biaya produksi.
4.      Efisiensi dalam pengadaan barang publik

Keburukan Pasar Monopoli...
1.      Adanya penyimpangan dari alokasi sumber daya
2.      Adanya ketidakadilan atau kesenjangan didalam pembagian pendapatan
3.      Mengurangi kesejahteraan konsumen.
4.      Adanya eksploitasi terhadap pekerja.
5.      Kondisi makroekonomi tingkat nasional menjadi memburuk
6.      Kondisi perekonomian dunia menjadi memburuk

Kondisi yang akan terjadi akan sangat berbeda antara Pasar Monopoli dengan Pasar Persaingan... bahkan dari contoh-contoh perusahaan monopoli yang ada di NKRI diatas jika di buka krannya untuk menjadi perusahaan persaingan, maka akan terdapat peluang yang lebih besar agar masyarakat dan rakyat Republik Indonesia ini akan meningkat kesejahteraannya...

Dari sisi perusahaan monopoli itu, seharusnya mereka dapat menghasilkan keuntungan yang maksimum karena dapat menentukan tingkat harga secara independent. Tapi aneh nya juga di negara kita yang tercinta ini, mereka semua malah mengatakan sering merugi. Whats happen... Beban apa yang paling besar dan tidak selayaknya yang harus dikeluarkan sehingga sering merugi? Jangan-jangan itu adalah “Beban Kepegawaiannya” yang tidak proporsional. Berapa persenkah “Beban Kepegawaiannya” dibandingkan dengan Total Penerimaannya (TR). Apakah ini pernah dibicarakan oleh wakil-wakil rakyat kita di DPR/MPR itu. Coba perhatikan, begitu bermewah-mewahnya kehidupan pegawai-pegawai yang bekerja di perusahaan monopoli tersebut. Sementara produk yang mereka hasilkan adalah produk yang menguasai hajat hidup orang banyak. Yang konsumennya mau tidak mau harus membeli produk tersebut kepada perusahaan yang bersangkutan.  Seperti PLN misalnya, sekian bulan tak bayar tagihan rekening, maka meteran dicabut dan arus listrik diputus. Tak peduli apa alasan yang diberikan oleh konsumennya yang notabene adalah Rakyat Indonesia. Kalau PLN hendak memutus aliran listrik secara massal, dapatkah dicegah oleh konsumennya? Atau adakah implikasinya yang menguntungkan kepada konsumennya?

SANGAT MENYAKITI HATI RAKYAT KEBANYAKAN, BAHWA SEKARANG DIJAJAH OLEH BANGSA SENDIRI...

Baca juga:




Komentar

Postingan populer dari blog ini

TAFSIR SURAT AL-‘ASHR

HIDUP DI DUNIA ADALAH UJIAN

Ilmu Pemasaran Dalam Politik Indonesia (Marketing Science in Indonesian Politics)