SAKIT, SEDIH DAN SUSAH: KENAPA RASA ITU MESTI ADA, KEJAMKAH ALLAH SWT KEPADA KITA?

By: Azhari Agusti, SE., MM

BISMILLAH...

Dalam kehidupan ini begitu banyak yang harus kita lalui. Niat yang tulus dan ikhlas saja mesti banyak mengalami cobaan dan ujian, apalagi jika niat yang buruk dan jelek. Berbagai peristiwa kehidupan Allah berikan secara berbeda untuk orang yang berbeda. Ada kalanya orang itu mengalami hidup yang anteng-anteng saja. Ada yang dalam kehidupannya mulai dari terjaga dari tidurnya sampai tidur kembali selalu merasa sakit, selalu sedih dan selalu susah. Kadang kita juga bertanya, kenapa Allah tidak memberikan rasa senang dan bahagia saja kepada manusia dan kenapa harus ada rasa sakit, sedih dan susah itu. Padahal bagi Allah itu sangatlah mudah.

Jika sedikit kita merenungkan, maka kita akan tahu betapa sayang nya Allah kepada kita. Coba kita bayangkan, jika rasa sakit, sedih dan susah itu tidak ada. Bagaimana kita tahu bahwa ada rasa bahagia. Seseorang yang mengalami sakit yang parah dan lama, ketika dia dinyatakan sembuh dan dia sendiri merasakan adanya kesembuhan dalam dirinya, maka disitu dia akan merasa senang dan bahagia melebihi perasaan orang-orang yang tak pernah sakit. Begitu juga dengan orang yang susah dalam menjalani roda perekonomian keluarga, ketika Allah berikan rezeki yang berlebih sedikit saja, maka dia akan merasakan senang dan bahagia yang luar biasa jika dibandingkan dengan orang-orang yang berkecukupan. Apalagi dengan rasa sedih, mungkin ditinggalkan oleh orang-orang yang disayanginya. Begitu Allah berikan penggantinya yang lebih baik, maka rasa senang dan bahagia itu akan muncul.

Jadi dengan adanya rasa sakit, sedih dan susah itu Allah ingin mengenalkan kepada manusia adanya rasa senang dan bahagia. Di dunia ini memang tempatnya sakit, sedih dan susah serta adanya rasa senang dan bahagia. Semua rasa itu datang silih berganti dan itu sangatlah tergantung kepada cara kita menyikapinya. Allah katakan bahwa jika seseorang itu menyatakan dirinya beriman, maka Allah akan mengujinya. Allah akan melihat bagaimana hambaNya menyikapi ujian tersebut. Bagi orang-orang yang beriman, maka ketika dia mendapatkan ujian sakit, sedih dan susah maka ia bersabar. Dan jika ia mendapat rasa senang dan bahagia maka dia akan bersyukur. Begitulah orang-orang yang beriman, bersabar dan bersyukur adalah sikap mereka dan keduanya baik untuk mereka.

Ingatlah di dunia ini tidak ada sakit, sedih dan susah yang berkepanjangan yang tiada henti. Karena itu hanya ada di Neraka. Dan tidak ada pula rasa senang dan bahagia yang berkepanjangan yang tiada henti, karena itu hanya ada di Surga.

Wassalam... 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TAFSIR SURAT AL-‘ASHR

HIDUP DI DUNIA ADALAH UJIAN

Ilmu Pemasaran Dalam Politik Indonesia (Marketing Science in Indonesian Politics)