SURI TAULADAN (IDOLA) KITA YANG SEHARUSNYA ADALAH BAGINDA NABI BESAR MUHAMMAD SAW

By: Azhari Agusti, SE., MM

BISMILLAH...
Assalamu’alaykum wr wb...
  
Di zaman sekarang ini, masing-masing orang mempunyai idola dan mereka cenderung meniru segala prilaku dan kebiasaan idolanya tersebut. Tetapi di agama kita yakni nya Islam, Beliau sendiri telah menyatakan bahwa Baginda kita Nabi Besar Muhammad SAW itu merupakan Suri Tauladan kita yang seharusnya kita contoh atau yang patut kita idolakan dalam kehidupan kita... innama buitstu li utammima makarimal akhlaq (HR Bukhari)... Sesungguhnya aku di utus untuk menyempurnakan akhlaq yang mulia, jadi Beliau itu di utus bukanlah untuk meng Islam kan semua manusia, di mana Allah SWT menyatakan bahwa: “Kalau seandainya Tuhanmu menghendaki, tentu berimanlah semua manusia di bumi. Maka apakah engkau (Muhammad) akan memaksa manusia hingga mereka menjadi orang-orang yang beriman semua? (Al-Qur’an: Surah Yunus ayat 99) dan Beliau itu hanyalah sebagai pemberi peringatan  dan bukan yang berkuasa atas manusia (Al-Qur’an: Surah Al-Ghasiyah ayat 21-22). Jadi ibarat dalam sebuah pemancar televisi, Beliau itu merupakan pemancar yang selalu memberikan siaran-siaran yang akan membimbing kita kepada jalan2 yang ditentukan oleh Allah SWT. Dan terpulang kepada kita sendiri, apakah kita akan memilih channel yang sesuai dengan pancaran siaran televisi Beliau, atau kita memilih pancaran siaran televisi lain yang kita sukai dalam kehidupan ini. Jika Allah SWT berkehendak  agar semua orang hanya memiliki satu sinyal siaran televisi saja, maka itu sangatlah mudah bagi Allah SWT. Begitulah kira-kira perumpamaannya...

Trus bagaimana supaya kita dapat diberi kemampuan untuk mentauladani Beliau? Menurut hemat saya, kita perbanyak Sholawat kepada Beliau... karena Allah dan Malaikat saja juga bersholawat kepada Beliau... Innallaha wamalaikatahu yusholluna ‘alannabi... yaa ayyuhalladzi na amanu shollu ‘alayhi washolliimu tasliima... Sesungguhnya Allah dan Malaikat bersholawat kepada Nabi... hai orang-orang yang beriman, banyak-banyak lah bersaholawat kepada Beliau... jadi dengan bersholawat merupakan salah satu bentuk dan ciri-ciri orang-orang yang beriman, karena orang-orang yang berimanlah yang dipanggil oleh Allah untuk bersholawat kepada Beliau... Karena satu kali bersholawat kepada Beliau maka Allah akan bersholawat untuk kita sebanyak 10 kali... artinya, dengan sekali saja kita bersholawat kepada Beliau, malahan akan dapat mengundang sholawat yang datang dari Allah langsung untuk kita sebanyak 10 kali... begitu tingginya nilai sholawat yang kita ucapkan tersebut... setidak-tidaknya kita mengharapkan sebuah kelembutan hati dan kepekaan kita terhadap lingkungan dari sholawat yang kita sampaikan untuk Beliau tersebut... dan yang paling tinggi harapan kita adalah agar kita mendapatkan syafa’at dari Beliau nanti di akhirat kelak... karena hakikat khalifah Allah yang sebenarnya itu adalah yang ada pada diri beliau tersebut... karena dari yang disampaikan oleh Sayyidatina Siti Aisyah bahwa akhlak beliau adalah Al-Qur’an... sementara Al-Qur’an tersebut adalah Kalamullah (Firman Allah)... jadi Beliau itu adalah pengejawantahan dari Al-Qur’an yang notabene adalah Kalammullah... Begitu kira-kira analisa saya... mohon diluruskan apabila terdapat kesalahan-kesalahan dalam tulisan ini... Kepada Allah SWT saya mohon ampun atas segala kesalahan-kesalahan tersebut...

Semoga Allah SWT meringankan lidah, mulut dan hati kita untuk sering bersholawat kepada Beliau... aamiin yaa Rabbal ‘aalamiin...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TAFSIR SURAT AL-‘ASHR

HIDUP DI DUNIA ADALAH UJIAN

Ilmu Pemasaran Dalam Politik Indonesia (Marketing Science in Indonesian Politics)